SENTANI, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Papua, menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga 14,2 persen pada 2029. Target tersebut menjadi bagian dari komitmen jangka menengah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura Yusuf Yambe Yabdi menegaskan bahwa target penurunan stunting tidak sekadar angka statistik, melainkan wujud tanggung jawab pemerintah daerah untuk memastikan setiap anak tumbuh sehat dan optimal.
Intervensi Stunting pada Kelompok Sasaran
Yusuf menjelaskan, Pemkab Jayapura mengupayakan intervensi stunting secara terarah berdasarkan kelompok sasaran yang masih mencatat angka kasus cukup tinggi di seluruh kampung.
“Melalui kegiatan ini kami mengupayakan intervensi berdasarkan kelompok sasaran yang masih memiliki banyak kasus stunting di semua kampung,” ujar Yusuf dalam aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di Sentani, Senin (26/1/2026).
Adapun kelompok sasaran tersebut meliputi ibu hamil dan ibu nifas, ibu menyusui, balita, remaja putri, calon pengantin, serta rumah tangga dan masyarakat.
Puskesmas Ujung Tombak Penanganan Stunting
Menurut Yusuf, puskesmas memegang peran strategis sebagai ujung tombak di lapangan dalam upaya penurunan stunting. Peran tersebut mencakup pendataan sasaran, pemantauan tumbuh kembang anak, penguatan posyandu, serta edukasi perubahan perilaku keluarga.
“Keberhasilan penurunan stunting sangat ditentukan seberapa kuat puskesmas dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan berkelanjutan,” jelasnya.
Bappeda Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Selain puskesmas, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) memiliki peran penting sebagai penggerak dan koordinator lintas sektor. Bappeda bertugas memastikan seluruh program Organisasi Perangkat Daerah (OPD), distrik, dan puskesmas berjalan selaras serta terintegrasi.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi program yang berjalan sendiri. Semua harus bergerak dalam satu tujuan, yaitu menurunkan stunting secara berkelanjutan,” kata Yusuf.
Pemkab Jayapura mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyatukan komitmen, menyamakan data, dan menyepakati penggunaan data bersama.
Menurut Yusuf, keberhasilan penurunan stunting hanya dapat dicapai melalui kerja kolaboratif dan kepedulian bersama terhadap masa depan generasi muda.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Jayapura pada 2025 tercatat sebesar 18,8 persen, sehingga penurunan hingga 14,2 persen pada 2029 membutuhkan upaya yang konsisten dan terintegrasi.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
