Wagub Papua Pegunungan Ones Pahabol Damaikan Perang Suku di Wamena

WAMENA, Lingkar.news Wakil Gubernur (Wagub) Papua Pegunungan, Ones Pahabol, mendamaikan perang suku yang terjadi di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Perang suku antara Yali dan Lanny disebabkan karena perdamaian yang ditengahi oleh Polres Jayawijaya belum menemukan titik tengah sehingga pertikaian terjadi di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Pemda Turun Langsung Mendamaikan

Bupati Jayawijaya Atenius Murib mengatakan konflik dipastikan telah berakhir setelah Wagub Papua Pegunungan bersama Wakil Bupati Lanny Jaya Fredi G Tabuni turun langsung mendamaikan ketegangan itu.

“Pak Wakil Gubernur dan Wakil Bupati Lanny Jaya, Sekda Lanny Jaya termasuk kami Pemkab Jayawijaya turun untuk mendamaikan perang suku antara Yali dan Lanny yang terjadi di Kota Wamena,” katanya di Wamena, Rabu (21/1/2026).

Aktivitas Warga Kembali Normal

Menurut Atenius, konflik tersebut sempat meluas di media sosial dan memicu ketakutan masyarakat untuk beraktivitas. Namun, setelah tercapainya kesepakatan damai, situasi keamanan kembali kondusif.

“Setelah perdamaian ini, masyarakat tidak perlu khawatir. Segala aktivitas dapat kembali berjalan seperti biasa karena kedua belah pihak sepakat untuk menghentikan perang,” ujarnya.

Tokoh Adat Perkuat Kesepakatan Damai

Atenius menambahkan, tokoh adat dan tokoh masyarakat dari kedua belah pihak akan duduk bersama dengan Wagub Papua Pegunungan untuk memantapkan perdamaian.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya juga membantu proses perdamaian itu dengan menyerahkan 2 ton beras kepada Suku Yali dan 2 ton beras kepada Suku Lanny,” katanya.

Atenius kembali menegaskan bahwa masyarakat di Kota Wamena dapat kembali beraktivitas seperti biasa karena permasalahan antara Suku Yali dan Lanny telah diselesaikan.

“Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Wakil Bupati dan Bupati Jayawijaya telah bertemu dengan kedua kelompok massa yang bertikai untuk dapat berdamai sehingga tidak perlu lagi saling menyerang yang dapat menyebabkan pertumpahan darah,” tegasnya.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki