TIMIKA, Lingkar.news – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah secara resmi telah menerapkan program pendidikan gratis untuk jenjang SMA dan SMK pada tahun 2025.
Sebanyak 24.481 siswa dari delapan kabupaten di Papua Tengah tercatat sebagai penerima manfaat dalam kebijakan pendidikan gratis.
Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa menjelaskan bahwa program tersebut melibatkan 124 sekolah yang terdiri atas 31 SMA negeri, 40 SMA swasta, 17 SMK negeri, dan 36 SMK swasta.
“Program sekolah gratis ini merupakan langkah pemerintah daerah meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Tengah,” kata Meki di Timika pada Minggu, 14 Agustus 2025.
Ia menegaskan bahwa kebijakan pendidikan gratis akan diperluas ke tingkat SD dan SMP mulai 2026, sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan merata di Papua Tengah.
“Kami investasi besar di sektor pendidikan. Targetnya dalam tiga tahun, semua jenjang pendidikan sudah berjalan gratis,” ujarnya.
Delapan kabupaten yang tercakup dalam program tersebut meliputi Kabupaten Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Mimika, Nabire, Paniai, Puncak, dan Puncak Jaya.
“Tahun ini siswa penerima program pendidikan gratis berasal dari 124 sekolah di delapan kabupaten,” kata Meki.
Selain pembebasan biaya pendidikan reguler, Pemprov Papua Tengah juga menyiapkan program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) gratis sebagai upaya menekan angka putus sekolah dan memberikan ruang belajar yang lebih aman dan produktif bagi anak-anak.
Program SSH dijalankan di sejumlah kabupaten, dengan jam operasional hingga pukul 15:00 WIT, termasuk fasilitas makan bagi seluruh siswa.
“Operasional SSH sampai pukul 15:00 WIT, seluruh makan ditanggung, karena kami mau melihat generasi muda tumbuh cerdas,” jelasnya.
Pemprov juga mengalokasikan anggaran beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa, baik orang asli Papua (OAP) maupun non-OAP, yang melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai wilayah, khususnya di Timika dan Nabire.
“Untuk yang kuliah di Timika dan Nabire semua anak kita biayai baik Papua maupun non Papua. Kami juga lagi bangun asrama sekolah bagi anak-anak di daerah konflik,” pungkasnya.
Jurnalis: Anta
Editor: Rosyid
