Pencarian 5 Pekerja Korban Longsor Tambang Freeport Dilanjutkan

TIMIKA, Lingkar.news Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman menyebutkan tim penyelamat masih mencari keberadaan lima pekerja PT Freeport Indonesia (PTFI) yang terjebak longsor di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave Tembagapura sejak Senin, 8 September 2025.

“Pencarian terhadap pekerja yang lainnya masih terus dilakukan,”  ujar Kapolres Mimika.

Sebanyak tujuh pekerja yang terperangkap di area tambang bawah tanah GBC, lima orang di antaranya kru PT Redpath Indonesia dan dua kru elektrik PT Cipta Kontrak di bawah Divisi Operation Maintenance PTFI.

Sebelumnya, dua dari tujuh pekerja tambang yang terjebak longsor di lokasi tambah bawah tanah baru ditemukan tim penyelamat tambang bawah tanah Under Ground Mining Response/UGMR PT Freeport Indonesia pada Sabtu, 20 September 2025 sekitar pukul 08.45 WIT. 

Kedua jenazah bernama Irawan (46) Cilacap, Jawa Tengah, dan Wigih Hartono (37) Tulungagung, Jawa Timur. Keduanya bertugas sebagai Elektrikal PT Cipta Kontrak.

“Kondisi kedua jenazah masih utuh, ditemukan di satu tempat tertimpa material longsoran,” katanya di Mimika, Papua Tengah, Sabtu, 20 September 2025.

Hari ke-10, 7 Penambang PT Freeport Masih Terjebak Longsor

Bupati Mimika Johannes Rettob di Timika pada Minggu, 21 September 2025 menyampaikan duka yang dirasakan keluarga besar PT Freeport Indonesia dan keluarga dua pekerja.

“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Mimika, kami menyampaikan turut berbela sungkawa yang mendalam atas musibah ini,” kata John Rettob.

Bupati Mimika berharap lima pekerja lainnya yang juga ikut terjebak dalam luncuran material basah di tambang GBC Tembagapura bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat.

“Kita berdoa atas kerja tim penyelamat bawah tanah PTFI dan masih terus berharap rekan-rekan pekerja itu bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Kami memberikan apresiasi luar biasa bagi tim dengan kerja keras dan semangat yang tulus dalam upaya penyelamatan ini,” tuturnya.

Misi pencarian dan penyelamatan para pekerja yang masih terjebak di area lumpur basah tambang bawah tanah GBC Tembagapura per Senin, 22 September 2025 sudah memasuki hari ke-13.

Dalam upaya itu, PTFI telah menghentikan seluruh operasi penambangannya karena memprioritaskan upaya pencarian dan penyelamatan lima pekerja yang masih belum ditemukan.

Jurnalis: Anta
Editor: Ulfa Puspa