NABIRE, Lingkar.news – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menjamin pemerataan layanan kesehatan dan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) atau difabel melalui dukungan terhadap keberadaan pusat layanan terapi gratis di wilayah tersebut.
Pejabat Dinas Kesehatan Papua Tengah Budiono mengatakan, keberadaan pusat layanan anak difabel mencerminkan kehadiran negara melalui lembaga sosial dalam memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan dasar yang layak.
“Kehadiran pusat layanan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, mendapatkan hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan,” ujar Budiono di Nabire, Sabtu (7/2/2026).
Akses Terapi Lebih Dekat dan Terjangkau
Budiono menjelaskan, dengan adanya pusat layanan terapi anak difabel, masyarakat Papua Tengah tidak perlu lagi mencari layanan terapi ke luar daerah, yang selama ini terkendala biaya dan jarak.
Selain sebagai tempat terapi, pusat layanan tersebut juga berfungsi sebagai ruang edukasi bagi orang tua untuk memahami pola pengasuhan yang tepat, sekaligus membangun lingkungan yang ramah dan menghargai keberagaman kemampuan anak.
Pemprov Papua Tengah menegaskan akan terus mendukung pengembangan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang inklusif demi mewujudkan masyarakat yang adil, setara, dan bermartabat.
“Pemprov Papua Tengah berkomitmen memberikan kemudahan perizinan operasional karena fasilitas ini telah menjadi harapan banyak keluarga,” kata Budiono.
Peran Yayasan Matahari Difabel Centre Nabire
Sementara itu, Ketua Yayasan Matahari Difabel Centre Nabire, Maria Yeti, menyampaikan bahwa pendirian pusat layanan tersebut dilatarbelakangi oleh keterbatasan akses terapi gratis bagi anak difabel di Nabire dan sekitarnya.
Ia menyebutkan banyak anak membutuhkan terapi, namun terkendala biaya dan jarak, sehingga yayasan selama ini mendatangkan terapis dari berbagai daerah untuk memberikan layanan secara cuma-cuma.
“Kami berharap pusat layanan ini menjadi tempat pendampingan kesehatan dan terapi yang mudah diakses, sekaligus memberi harapan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan keluarga mereka tanpa harus mencari layanan ke luar daerah,” ujarnya.
Maria menambahkan, yayasan yang telah lebih dari 15 tahun bergerak dalam pendampingan anak difabel tersebut terus berupaya menghadirkan layanan yang komprehensif, mencakup pendidikan, kesehatan, dan pemulihan anak secara menyeluruh.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
