Kemenkes Bangun Labkesmas di Kota Sorong Mulai Mei 2026

SORONG, Lingkar.news Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Kota Sorong, Papua Barat Daya, guna memperkuat layanan pengujian kesehatan masyarakat serta mendukung pelaksanaan program kesehatan nasional.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan bahwa pembangunan Labkesmas di Kota Sorong ditargetkan mulai dikerjakan pada Mei 2026.

“Pembangunan ini merupakan bagian dari kebijakan pemerataan fasilitas laboratorium kesehatan di seluruh provinsi di Indonesia,” ujar Benjamin dalam keterangan yang diterima di Sorong, Senin (2/2/2026).

Perkuat Layanan Kesehatan dan Program Nasional

Menurut Wamenkes, keberadaan Labkesmas sangat penting untuk mendukung pengujian berbagai program kesehatan nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pengendalian penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC).

Selain itu, laboratorium kesehatan daerah juga memiliki peran strategis dalam pengawasan sanitasi dan kualitas lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.

MoU Pemkot Sorong dan Labkesmas Yogyakarta

Sebagai bagian dari persiapan pembangunan, Kemenkes memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Sorong dan Balai Besar Labkesmas Yogyakarta.

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Yogyakarta pada Kamis (29/1/2026).

“Kerja sama ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kapasitas daerah sebelum Labkesmas di Kota Sorong berdiri secara mandiri,” jelas Benjamin.

Strategi Nasional Tekan Angka TBC

Wamenkes menegaskan bahwa pembangunan Labkesmas di setiap provinsi merupakan bagian dari strategi nasional Kementerian Kesehatan dalam menekan angka TBC di Indonesia.

Selain pembangunan infrastruktur, ia menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam menjaga sanitasi dan kualitas lingkungan sebagai faktor penentu peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Selama Ini Sampel Dikirim ke Luar Daerah

Sementara itu, Wakil Wali Kota Sorong H. Anshar Karim mengungkapkan bahwa selama ini Kota Sorong belum memiliki laboratorium kesehatan masyarakat yang memadai.

Akibatnya, sampel pemeriksaan kesehatan harus dikirim ke luar daerah, seperti Makassar dan Ambon, yang membutuhkan waktu serta biaya cukup besar.

“Kondisi ini tentu kurang efektif bagi pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Harapan Transfer Pengetahuan dan SDM Daerah

Anshar berharap kerja sama dengan Balai Besar Labkesmas Yogyakarta dapat menjadi sarana transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) daerah.

Ia menyoroti pentingnya penguatan kemampuan lokal, khususnya dalam pengolahan air bersih dan pengawasan kualitas lingkungan yang selama ini masih terbatas di Kota Sorong.

“Saya atas nama pemerintah daerah menyampaikan terima kasih kepada Kemenkes yang telah memberikan peluang untuk membangun laboratorium ini,” pungkasnya.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki