NABIRE, Lingkar.news – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menjadikan program bayi tabung sebagai solusi untuk menjaga pertumbuhan populasi Orang Asli Papua (OAP), yang dinilai cenderung menurun akibat berbagai masalah kesehatan reproduksi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkse) Papua Tengah, dr Agus mengatakan program tersebut disiapkan secara gratis bagi masyarakat melalui kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur meskipun biaya layanan bayi tabung tergolong tinggi.
“Program bayi tabung jalan, sehingga masyarakat Papua tidak perlu lagi berobat ke luar daerah. Cukup ke Papua Tengah dan itu gratis,” katanya di Nabire, Jumat (20/2/2026).
Tangani Penurunan Angka Kelahiran
Menurut dr Agus, data kesehatan menunjukkan angka kelahiran di Papua Tengah mengalami penurunan. Salah satunya dipengaruhi infeksi saluran reproduksi pada laki-laki dan perempuan akibat pola perilaku kesehatan yang kurang baik.
Program bayi tabung ini diharapkan dapat membantu pasangan yang mengalami gangguan kesuburan sekaligus menjaga keberlangsungan populasi OAP.
Program KoHarus Sehat Perkuat Layanan
Selain program bayi tabung, Pemprov Papua Tengah juga mengusung Program KoHarus Sehat (Kartu Otsus Harapan Baru Sehat Papua Tengah).
Program ini memiliki tiga pendekatan utama, yakni preventif-promotif melalui skrining kesehatan dan imunisasi, jaminan pembiayaan kesehatan, serta sinergi lintas pemerintah.
Agus menyebutkan Papua Tengah saat ini memiliki 150 puskesmas, namun baru 127 yang teregistrasi dan sekitar 60 yang terakreditasi sehingga penguatan layanan kesehatan dasar masih menjadi prioritas.
Pendekatan pembiayaan kesehatan memudahkan masyarakat memperoleh layanan berobat cukup menggunakan Kartu Keluarga (KK). Jika tidak tercakup Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) dari pusat, pembiayaan akan ditanggung melalui jaminan kesehatan daerah kabupaten.
Pemprov Fokus Layanan Kesehatan Gratis
Sementara itu Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menekankan sebagai provinsi baru, Papua Tengah membutuhkan pendekatan pembangunan kesehatan yang spesifik sesuai kondisi geografis dan karakter masyarakat.
“Ini provinsi baru dengan karakter masyarakat berbeda-beda sehingga kami sedang mencari formula yang tepat untuk penanganan yang lebih khusus dan spesifik,” ujarnya.
Meki menambahkan, fokus utama Pemprov adalah memastikan seluruh masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan secara gratis melalui penguatan kerja sama dengan berbagai rumah sakit.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
