JAYAPURA, Lingkar.news – Gubernur Papua Mathius Fakhiri menginstruksikan pemerintah daerah agar mengarahkan pemanfaatan eks lahan perkebunan kelapa sawit untuk ditanami komoditas kakao.
Kebijakan tersebut ditempuh sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Ini merupakan langkah penataan ulang sektor perkebunan di Papua, khususnya terhadap lahan sawit yang izinnya telah dicabut karena tidak memenuhi kewajiban perusahaan,” kata Fakhiri di Jayapura, Minggu, 4 Januari 2026.
Ia mengatakan lahan eks perkebunan sawit tersebut tidak akan kembali dialokasikan untuk pembukaan kebun sawit baru.
“Kami tidak membuka izin sawit baru,” ujarnya.
Menurut Fakhiri, pemerintah provinsi akan mengarahkan lahan-lahan yang izinnya telah dicabut untuk pengembangan komoditas lain yang lebih ramah lingkungan, salah satunya kakao.
“Pengembangan kakao sejalan dengan arahan Pemerintah Pusat serta dukungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang memberikan bantuan bibit kakao untuk Papua. Karena komoditas kakao dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi serta dapat dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, pemanfaatan eks lahan sawit untuk budidaya kakao juga bertujuan memulihkan kondisi tanah yang telah lama tidak diolah, sekaligus mencegah kerusakan lingkungan akibat pembukaan lahan baru.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten serta instansi terkait.
Selain itu, Fakhiri menegaskan bahwa perusahaan sawit yang masih beroperasi di Papua akan dievaluasi secara ketat.
“Saya menegaskan perusahaan sawit yang masih beroperasi di Papua akan dievaluasi secara ketat. Perusahaan yang tidak patuh terhadap ketentuan perizinan dan kewajiban lingkungan akan dikenai sanksi hingga pencabutan izin,” ujarnya.
Ia menekankan, kebijakan pembangunan di Papua harus mengutamakan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Kami berharap dengan pengembangan kakao dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat ekonomi lokal di Papua secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Jurnalis: Ant
Editor: Rosyid
