Gempa Magnitudo 6,6 Guncang Sarmi Papua, Ini Pemicunya

JAYAPURA, Lingkar.news – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,6 mengguncang wilayah Sarmi, Papua, pada Kamis, 16 Oktober 2025, sekitar pukul 14.14 WIT.

Meski tidak berpotensi menimbulkan tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat tetap siaga terhadap kemungkinan gempa susulan.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Jayapura, Herlambang Hudha, menyebut gempa tergolong dangkal dan berpotensi diikuti gempa susulan.

“Gempa susulan yang mungkin terjadi dikarenakan gempa tersebut tergolong dangkal,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan BMKG, guncangan gempa dirasakan cukup kuat di Sarmi dan sekitarnya, bahkan hingga ke Wamena, Kota dan Kabupaten Jayapura.

“Kami mencatat kekuatan getaran mencapai skala V MMI di Sarmi, yang berarti banyak warga merasakan guncangan dan sebagian bangunan mengalami kerusakan ringan,” tambahnya.

BMKG menjelaskan bahwa gempa terjadi akibat aktivitas Sesar Anjak Mamberamo, dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Lokasi episenter tercatat di koordinat 1,94 LS dan 139,03 BT atau sekitar 32 kilometer tenggara Sarmi, dengan kedalaman 18 kilometer.

“Untuk itu kami berharap agar pemerintah daerah segera melakukan survei lapangan untuk memastikan kondisi masyarakat dan menilai dampak terhadap infrastruktur,” kata Herlambang.

Herlambang mengimbau warga untuk tetap tenang, tidak mudah terpancing isu yang belum dapat diverifikasi, serta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan.

“Kami akan terus memantau aktivitas seismik di Papua dan akan memperbarui informasi jika ada perkembangan baru,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Sarmi, Darius Nari, mengungkapkan bahwa gempa sempat mengejutkan warga dan menyebabkan kerusakan ringan pada sejumlah bangunan.

“Kami masih terus memantau terkait dampak gempa karena ada laporan beberapa bangunan di Sarmi rusak,” katanya.

Jurnalis: Ant
Editor: Rosyid