Dampak Gempa di Nabire, Jembatan Kali Siriwini Amblas

TIMIKA, Lingkar.news Jembatan Kali Siriwini Bawah yang menghubungkan Kota Nabire, Papua Tengah dengan Pelabuhan Nabire amblas akibat gempa magnitudo 6,6 pada Jumat, 19 Agustus 2025 dini hari.

Kepala BPBD Papua Tengah Otis Money mengatakan telah melakukan pendataan terhadap fasilitas umum dan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa di Nabire.

Dia menyebutkan gedung Gereja Katolik Kristus Raja Malompo juga rusak dengan kondisi dinding retak dan plafon runtuh.

“Banyak rumah warga di sekitar Kota Nabire retak-retak. Ada juga yang barang-barang dalam rumah jatuh dan hancur karena gempa pagi ini. Untuk korban jiwa sampai saat ini belum ada,” ungkapnya.

Gempa di Nabire juga sempat membuat jaringan komunikasi mengalami gangguan.

“Sampai sekarang jaringan komunikasi masih belum lancar, bahkan tadi pagi sempat putus,” ujarnya.

BPBD Papua Tengah terus melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Nabire untuk penanganan terhadap berbagai fasilitas yang mengalami kerusakan.

“Kami melaporkan data-data kerusakan fasilitas umum dan rumah warga kepada pimpinan daerah untuk menunggu arahan selanjutnya, mengingat ini ada di wilayah kabupaten. Pada prinsipnya kami dari provinsi siap mem-‘back-up’ jika ada kekurangan,” jelasnya.

Gempa dengan magnitudo 6,6 mengguncang Nabire pada Jumat, pukul 03.19 WIT.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui laman resmi yang dikutip di Jakarta, menyatakan gempa yang mengguncang Kota Nabire, berlokasi di titik koordinat 3.47 LS, 135.49 BT. Lokasi tersebut berjarak sekitar 29 kilometer barat laut Nabire, dengan kedalaman 24 kilometer.

Jurnalis: Anta
Editor: Ulfa Puspa