JAYAPURA, Lingkar.news – Pemerintah China bersama UNICEF memperkuat dukungan terhadap program MBG (Makan Bergizi Gratis) Indonesia melalui kunjungan penilaian bersama yang digelar pada 3–4 Februari 2026 di Jayapura, ibu kota Provinsi Papua.
Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, menyampaikan terima kasih atas bantuan dari pemerintah China, yang memungkinkan kelompok rentan, termasuk anak-anak dan ibu hamil, menerima makanan bergizi dan seimbang, serta anak-anak usia sekolah mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
Dampak Positif Bagi Masyarakat Setempat
Li Hongwei, minister counselor dari Kedutaan Besar China di Indonesia, menyatakan proyek bantuan ini telah memberikan manfaat bagi hampir 140.000 orang, membawa dampak nyata bagi anak-anak, perempuan, dan masyarakat setempat.
Diharapkan pelaksanaan dan kualitas proyek terus ditingkatkan, memperluas jangkauan, serta menciptakan model kerja sama trilateral yang efektif dan sukses.
UNICEF Tegaskan Dukungan untuk MBG
Perwakilan UNICEF Indonesia, Maniza Zaman, menekankan bahwa berinvestasi pada anak berarti berinvestasi pada masa depan.
Ia menegaskan UNICEF akan terus mendukung program MBG pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan anak dan ibu melalui kerja sama dengan mitra internasional.
MBG Telah Memberikan Manfaat Luas
Sejak Januari 2025, Badan Gizi Nasional (BGN) telah melaksanakan program MBG secara nasional. Saat ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 60 juta orang, dan pada akhirnya diproyeksikan akan memberikan manfaat kepada lebih dari 82,9 juta orang.
Program ini bertujuan untuk mengurangi gangguan pertumbuhan dan malanutrisi pada anak usia dini, meningkatkan perkembangan fisik dan kognitif anak, serta meningkatkan kesehatan ibu hamil dan menyusui melalui akses makanan bergizi
Di Papua, sebagai salah satu daerah dengan tingkat pembangunan paling rendah, angka stunting mencapai 25 persen, dan malanutrisi 13 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Kunjungan Penilaian Proyek MBG
Selama kunjungan penilaian, perwakilan dari Kedutaan Besar China, Kantor UNICEF Indonesia, dan lembaga terkait dari Badan Gizi Nasional, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Transmigrasi, Kementerian Perencanaan Pembangunan, serta Pemerintah Provinsi Papua memeriksa kemajuan proyek.
Aspek proyek yang dipantau meliputi suplemen makanan dan pembangunan dapur pusat untuk MBG, penyediaan MBG, layanan gizi untuk ibu hamil dan menyusui, dan peningkatan pembangunan kapasitas.
Proyek ini merupakan bantuan tunai pertama yang dijalankan bersama oleh pemerintah China dan UNICEF di Indonesia. Hal sejalan dengan konsensus kedua kepala negara yang ditandatangani pada kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke China pada November 2024.
Pada Desember tahun yang sama, Badan Kerja Sama Pembangunan Internasional China (CIDCA) dan Kantor UNICEF China menandatangani sebuah perjanjian yang mendukung pemerintah Indonesia dalam melaksanakan program MBG.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
