JAYAPURA, Lingkar.news – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Papua menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan tahap I tahun 2026 kepada 1.070 siswa jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, termasuk siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di Papua.
Ketua BAZNAS Provinsi Papua, Merza Edy Nadzari, mengatakan program ini bertujuan membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.
“Pada semester pertama 2026 kami menyalurkan bantuan beasiswa kepada 1.070 siswa mulai dari tingkat SD/MI hingga SMA/SMK/MA, termasuk siswa SLB di Papua,” ujar Edy di Jayapura, Kamis (12/2/2026).
Jangkau Delapan Daerah di Papua
Edy menjelaskan, program beasiswa ini tidak hanya menyasar pelajar di Kota Jayapura, tetapi juga mencakup tujuh kabupaten/kota lainnya di Provinsi Papua.
Khusus di Kota Jayapura, sebanyak 370 siswa menjadi penerima manfaat setelah melalui proses seleksi berdasarkan data sekolah, dengan prioritas bagi siswa kurang mampu dan berprestasi.
“Program ini bertujuan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu sehingga dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya,” katanya.
Dana Disalurkan Melalui Sekolah
BAZNAS Papua menerapkan mekanisme penyaluran beasiswa melalui pihak sekolah, bukan diberikan langsung kepada siswa.
Sekolah menerima dana atas nama siswa dan bertanggung jawab mengelolanya untuk kebutuhan pendidikan selama satu semester, seperti pembayaran perlengkapan sekolah atau kebutuhan akademik lainnya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan digunakan sesuai peruntukan pendidikan.
Pemkot Jayapura Apresiasi BAZNAS
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS Papua terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi keluarga kurang mampu.
“Hari ini 370 anak didik di berbagai jenjang pendidikan di Kota Jayapura mendapat beasiswa. Ini sangat penting agar anak-anak tetap bisa bersekolah dan tidak terhenti karena keterbatasan biaya,” ujarnya.
Rustan menambahkan bahwa program beasiswa ini mencerminkan kepedulian nyata terhadap masa depan generasi muda Papua.
Ia juga menekankan bahwa bantuan tersebut diberikan secara inklusif, tidak hanya kepada siswa beragama Islam, tetapi juga non-Muslim.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
