Aparat TNI-Polri Gerebek Kamp KKB Aibon Kogoya di Nabire, Sita 561 Amunisi

NABIRE, Lingkar.news Aparat gabungan TNI-Polri berhasil mengamankan 561 butir amunisi dan sejumlah barang bukti lainnya dalam operasi penindakan terhadap lokasi persembunyian Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Operasi tersebut merupakan bagian dari langkah penegakan hukum terhadap kelompok yang sebelumnya menyerang pos keamanan PT Kristalin di wilayah Nabire.

Kontak Tembak di Hutan Nabarua

Kepala Satuan Tugas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz, IGG Era Adhinata, menyampaikan bahwa tim gabungan melakukan operasi pada Minggu (1/3/2026) pukul 09.30 WIT.

Lokasi persembunyian KKB berada di kawasan hutan Nabarua, Kampung Kali Haparan, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire.

“Saat tim gabungan mendekati lokasi, terjadi kontak tembak. Anggota KKB kemudian melarikan diri dan meninggalkan kamp,” ujar Era di Nabire, Senin (2/3/2026).

Baca juga: 198 Orang Dievakuasi Usai Serangan KKB di Tambang Nabire, Termasuk 26 WNA China

561 Amunisi dan Uang Tunai Diamankan

Dari lokasi tersebut, aparat menemukan sejumlah barang bukti, antara lain 561 butir amunisi, uang tunai sebesar Rp79.700.000, serta 12 unit telepon genggam.

Petugas juga menemukan dua unit telepon genggam milik korban penyerangan di pos PT Kristalin yang sebelumnya dilaporkan dirampas. Satu unit lainnya diduga milik pimpinan kelompok.

“Seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut,” tutur Era.

Aparat gabungan TNI-Polri gerebek kamp KKB pimpinan Aibon Kogoya di Nabire, sita 561 amunisi dan uang puluhan juta.
Ratusan amunisi dan uang Rp79,7 juta diamankan dari markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Aibon Kogoya di Nabire, Minggu (1/3/2026). (Dok. Satgas ODC/Lingkar.news)

Dukungan Helikopter Militer

Dalam operasi tersebut, aparat TNI turut mengerahkan helikopter militer untuk mendukung mobilitas personel dan pengamanan wilayah selama proses penegakan hukum berlangsung.

“Operasi akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat dari aksi kekerasan bersenjata di wilayah Nabire,” kata Era.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki