NABIRE, Lingkar.news – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menyiapkan bantuan 1.000 unit sepeda motor pada tahun 2026 sebagai stimulan untuk mendorong generasi muda mengembangkan usaha dan memperkuat perekonomian daerah.
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, mengatakan bantuan tersebut difokuskan bagi pemuda-pemudi di kampung agar memiliki sarana produktif untuk bekerja dan berwirausaha.
“Bantuan motor ini adalah stimulan supaya pemuda bisa bergerak. Bisa dipakai untuk ojek, untuk berjualan, atau mendukung usaha kecil lainnya,” ujarnya di Nabire, Sabtu (1/3/2026).
Dorong Pemuda Berani Berwirausaha
Menurut Deinas, masih banyak lulusan sekolah maupun perguruan tinggi yang berorientasi menjadi aparatur sipil negara (ASN). Padahal, peluang usaha di Papua Tengah terbuka lebar dengan potensi sumber daya alam yang melimpah.
Sektor perikanan, pertanian, perkebunan, pertambangan, hingga pariwisata dinilai memiliki prospek besar untuk digarap generasi muda.
“Kita tidak ingin anak-anak muda hanya berpikir menjadi pegawai negeri. Harus berani masuk dunia usaha. Kalau pemuda banyak jadi pengusaha, ekonomi Papua Tengah pasti lebih kuat,” katanya.
Cegah Persoalan Sosial di Kampung
Program bantuan 1.000 motor ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mencegah persoalan sosial di tingkat kampung akibat pengangguran.
Dengan aktivitas ekonomi yang produktif, pemuda diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Pengawasan Ketat agar Bantuan Tepat Sasaran
Deinas mengakui tantangan terbesar program ini adalah pengawasan agar bantuan tidak diperjualbelikan dan benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan usaha.
“Kita akan atur mekanisme pengawasan supaya motor ini dipakai untuk kerja, bukan dijual,” tegasnya.
Pemprov Papua Tengah akan menyusun sistem pengawasan dan pendampingan agar program berjalan efektif serta berkelanjutan.
Libatkan Kadin dan Hipmi dalam Pembinaan
Keberhasilan program ini, lanjut Deinas, membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga organisasi dunia usaha seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).
Sinergi tersebut penting untuk membina dan mendampingi pemuda agar mampu mengelola usaha secara profesional dan berkelanjutan.
Selain itu, Pemprov Papua Tengah juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan gratis dan pelatihan vokasi guna mencetak generasi muda yang kompeten dan mandiri secara ekonomi.
“Kalau tidak berani mencoba, semua potensi daerah ini akan dikelola orang lain. Karena itu pemuda harus bangkit dan memanfaatkan peluang yang ada,” tutupnya.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
