JAYAPURA, Lingkar.news – Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Papua memproyeksikan jumlah investor pasar modal di wilayah Papua akan terus meningkat pada 2026, dengan estimasi pertumbuhan mencapai 20 hingga 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Edukasi dan Literasi Dorong Pertumbuhan
Kepala Kantor BEI Perwakilan Papua, Kresna Payokwadi, menyampaikan optimisme tersebut didorong oleh semakin masifnya program edukasi dan literasi pasar modal yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
“Memasuki 2026, kami tetap optimistis perkembangan pasar modal di Papua terjaga. Mengacu pada laju pertumbuhan tahun sebelumnya, jumlah investor diproyeksikan tumbuh pada kisaran 20 hingga 25 persen,” ujar Kresna di Jayapura.
Galeri Investasi BEI Terus Diperluas
Menurut Kresna, pertumbuhan investor juga ditopang oleh perluasan Galeri Investasi BEI di kampus, sekolah, serta instansi pemerintah daerah. Selain itu, pemanfaatan kanal digital turut mempermudah masyarakat untuk belajar dan memulai investasi.
“Meningkatnya kepercayaan publik terhadap pasar modal nasional menjadi faktor penting dalam bertambahnya jumlah investor di Papua,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan literasi dan inklusi keuangan melalui sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan telah memberikan dampak positif.
“Masyarakat kini semakin memahami pentingnya berinvestasi secara bijak dan terencana,” katanya.
Rekor IHSG Perkuat Optimisme Investor
Optimisme pertumbuhan investor di Papua juga diperkuat oleh kinerja positif pasar modal Indonesia di awal 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat terus menembus rekor tertinggi baru.
“Pada Senin, 19 Januari 2026, IHSG mencapai level 9.133,873, tertinggi sepanjang sejarah. Seiring dengan itu, kapitalisasi pasar BEI menembus Rp16.640 triliun, mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian nasional,” ungkap Kresna.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
