Pemkab Mimika Dapat 217 Kuota CPNS di 2025

MIMIKA, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua Tengah, memperoleh kuota khusus dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) untuk pengangkatan 217 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2025.

Kuota tersebut dialokasikan secara khusus bagi masyarakat asli Papua, terutama Suku Amungme dan Kamoro, serta warga yang lahir dan besar di wilayah Mimika.

“Kami terus berupaya dengan berbagai cara secara maksimal memberikan perhatian penuh secara khusus kepada anak-anak Amungme dan Kamoro yang berniat untuk menjadi PNS di lingkungan Pemkab Mimika,” ujar Bupati Mimika Johannes Rettob di Timika pada Minggu, 21 September 2025.

John Rettob menjelaskan, 80 persen dari total formasi CPNS tahun ini akan diberikan kepada putra-putri Amungme dan Kamoro. Sementara 20 persen sisanya akan diperebutkan oleh warga lokal lainnya yang lahir dan besar di Mimika.

Guna meningkatkan kesiapan peserta dalam menghadapi seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT), Pemkab Mimika bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan menggelar simulasi ujian.

Kegiatan ini ditujukan agar para calon peserta terbiasa dengan sistem pengujian digital yang menjadi kendala utama dalam seleksi tahun-tahun sebelumnya.

“BKN akan memfasilitasi dan membuka secara khusus bagi anak-anak Amungme dan Kamoro serta anak-anak yang lahir dan besar di Timika untuk bisa mengikuti simulasi tata cara bagaimana mengisi formulir, bagaimana mengisi soal dan lainnya dalam ujian CAT,” jelasnya.

Menurutnya, simulasi tersebut direncanakan berlangsung pada akhir Oktober mendatang. Adapun pengumuman telah disampaikan kepada masyarakat dan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para calon peserta dari suku-suku asli.

“Saya berpesan dan berharap kepada semua anak-anak Amungme dan Kamoro yang ingin menjadi PNS untuk mengikuti simulasi tersebut,” pinta John Rettob.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk memberi perhatian serius terhadap peningkatan representasi masyarakat adat dalam birokrasi pemerintahan.

“Supaya tidak ada lagi persoalan di kemudian hari bahwa anak-anak Amungme dan Kamoro tidak diperhatikan. Kami pemerintah daerah betul-betul memprioritaskan anak-anak Amungme dan Kamoro ini,” katanya.

John Rettob juga mengimbau agar kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh generasi muda Papua.

“Pergunakan kesempatan ini dengan baik, bersainglah secara internal yaitu antaranak-anak Amungme dan Kamoro,” lanjutnya.

Dalam rangka memperkuat afirmasi kebijakan tersebut, Pemkab Mimika saat ini sedang merumuskan regulasi berupa peraturan bupati yang mengatur secara rinci mekanisme penerimaan CPNS untuk wilayah setempat.

“Peraturan bupati ini sebentar lagi kami akan sosialisasikan dan sesudah itu akan segera membuka ujian ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, pihaknya konsisten memprioritaskan pengangkatan masyarakat adat tidak hanya sebagai CPNS, tetapi juga untuk mengisi jabatan strategis di lingkungan pemerintahan.

“Saya dan Pak Wakil Bupati berusaha dan berjuang mati-matian untuk memperhatikan hal ini sebagai bukti bahwa pemerintahan kami akan memprioritaskan Amungme dan Kamoro. Kita buat Kabupaten Mimika masyarakatnya cerdas, sehat, aman, damai dan sejahtera,” kata John Rettob.

Jurnalis: Ant
Editor: Rosyid