MANOKWARI, Lingkar.news – Pemerintah Provinsi Papua Barat menggratiskan biaya seragam siswa SMA dan SMK dari keluarga berpenghasilan rendah (MBR) atau kurang mampu.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, mengatakan bahwa dinasnya akan mengakomodasi pembiayaan dua jenis seragam. Namun pihak sekolah terlebih dahulu melakukan pendataan jumlah siswa kurang mampu tersebut.
“Masing-masing sekolah harus mendata, nantinya data serahkan ke kami,” kata Barnabas, Senin, 7 Juli 2025.
Barnabas menyebut dalam waktu dekat akan diselenggarakan rapat koordinasi dengan Disdik dari tujuh kabupaten di Papua Barat guna mengoptimalkan penyaluran bantuan pembiayaan seragam siswa.
Pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran untuk pengadaan dua jenis seragam dan bantuan pendidikan bagi siswa SMA/SMK yang berprestasi kurang lebih sebesar Rp20 miliar.
“Minggu ini kami rapat dengan kabupaten. Dua jenis seragam yang ditanggung provinsi, yaitu putih abu-abu dan Pramuka,” terangnya.
Kebijakan pembiayaan dua jenis seragam tersebut, kata dia, lebih diprioritaskan kepada siswa SMA dan SMK orang asli Papua dengan latar belakang keluarga berpenghasilan rendah.
Hal ini sejalan dengan semangat otonomi khusus dan upaya pemerintah provinsi memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) orang asli Papua yang tersebar di tujuh kabupaten.
“Pihak sekolah harus mendata baik-baik supaya penyaluran bantuan biaya seragam tepat sasaran,” ujarnya.
Dia juga mengimbau pemerintah kabupaten menyiapkan tenaga guru yang akan mengikuti pembekalan pembelajaran matematika melalui metode gampang, asyik dan menyenangkan atau Gasing.
Pemerintah provinsi sudah menandatangani kerja sama dengan Yayasan Teknologi Indonesia Jaya, Prof Yohanes Surya terkait penerapan metode matematika Gasing.
“Provinsi sudah siapkan dana dan kabupaten juga harus siapkan dukungan dana juga,” pungkasnya.
Jurnalis: Ant/Ceppy Bachtiar
Editor: Ulfa Puspa
