SORONG, Lingkar.news – Tiga Keperasi Desa Merah Putih di Kota Sorong, Papua Barat Daya sudah memiliki gerai usaha yang aktif beroperasi.
Kepala Dinas Koperasi dan UKMM Kota Sorong Frans Kambuaya menyebutkan hingga Oktober 2025 ada 41 Koperasi Merah Putih yang telah terbentuk dan berbadan hukum. Keanggotaan koperasi mencapai sekitar 20.500 orang.
Namun, dari jumlah tersebut baru tiga koperasi yang memiliki gerai usaha dan aktif beroperasi mendukung roda perekonomian.
“Dari total koperasi tersebut, tiga di antaranya sudah memiliki gerai usaha yang aktif beroperasi, yakni Koperasi Klawasi, Koperasi Klabala, dan Koperasi Rufei,” jelasnya dalam keterangan pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Frans mengatakan ketiga koperasi ini menjadi contoh nyata keberhasilan pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
“Ketiga koperasi tersebut sudah berjalan dengan baik dan memiliki unit usaha sendiri. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi mulai tumbuh di kalangan warga,” ujarnya.
Pembentukan koperasi merah putih merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
Program ini dirancang agar masyarakat di setiap kelurahan memiliki wadah ekonomi bersama yang dapat mengelola potensi wilayahnya secara produktif dan mandiri.
“Sebanyak 38 koperasi lainnya saat ini sedang mempersiapkan proposal usaha untuk mendapatkan dukungan pembiayaan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara),” ujarnya.
Dinas Koperasi terus melakukan pendampingan agar setiap koperasi mampu menyusun rencana bisnis yang layak dan berkelanjutan.
“Pemerintah berkomitmen untuk mendukung koperasi ini agar benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat kelurahan,” ucapnya.
Setelah tahap pembentukan, pihaknya lebih fokus bekerja untuk memastikan koperasi ini memiliki usaha produktif dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya.
Ia mengakui keberadaan koperasi merah putih di setiap kelurahan merupakan wujud nyata dari semangat kemandirian ekonomi masyarakat.
Karena selain menciptakan lapangan kerja baru, koperasi juga diharapkan menjadi sarana distribusi ekonomi yang adil.
“Melalui koperasi, kita ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam meningkatkan kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Jurnalis: Anta
Editor: Ulfa Puspa
